Menempatkan 2 wakil di final, ganda campuran dan ganda putra, Indonesia berhasil membawa pulang 1 gelar dari nomor ganda campuran. Sedangkan Malaysia memperoleh 1 gelar, Denmark 1 gelar, dan Korea Selatan 2 gelar.
Ganda Campuran : Nova/Lilyana Sukses "Balas Dendam"
Ya, Nova Widianto/Lilyana Natsir akhirnya sukses mengalahkan pasangan Korsel, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung pada pertemuan mereka yang keempat kalinya. Di set pertama, pertandingan hanya berlangsung ketat di awalnya saja, sehingga Nova/Lily menang 21-14. Di set kedua terjadi kejar mengejar angka. Sempat memimpin di poin awal, Nova/Lily tertinggal sampai pertengahan set. Namun, setelah itu Nova/Lily perlahan mengejar dan berbalik unggul. Pada kedudukan 20-17, pengembalian Nova yang membentur net dan pukulan Lily yang keluar membuat ganda Korsel mengejar 20-19. Namun, servis panjang pemain Korsel yang dikembalikan tanggung oleh Lily, kemudian dismes Yong Dae, diangkat Lily ke depan net, gagal dikembalikan Hyo Jung dan membentur net, sehingga Nova/Lily menang 21-14, 21-19.
Menurut saya, permainan Nova.Lily jauh lebih bagus dari musim lalu. Mereka sudah bisa mengontrol emosi, smes Nova makin terarah, pertahanan dan penyerangan Lily makin bagus, apalagi serangan di depan net, dan penempatan bola mereka nyaris sempurna. Semoga dengan kemenangan ini mereka bisa memperoleh hasil yang jauh lebih bagus tahun ini.
Tunggal Putri : Tine Sukses Pertahankan Gelar
Di set pertama, Tine lebih banyak memimpin melalui smes kerasnya dan kesalahan dari Zhou Mi. Di set kedua, terjadi hal yang hampir sama, namun yang melakukan itu adalah Zhou Mi. DI set ketiga, Zhou Mi memimpin pada awal pertandingan. Namun, setelah jeda, Tine menjadi terus meimpin dan menang 21-17, 15-21, 21-16.
Tunggal Putra : Datuk Lee Chong Wei Selamatkan Malaysia
Sebagai satu-satunya wakil Malaysia sejak semifinal, Chong Wei sukses mengalahkan Park Sung Hwan di final. Pertandingan ini memang terlihat berat sebelah, di mana Chong Wei lebih menguasai jalannya pertandingan, meskipun Park sempat unggul di set kedua. Chong Wei pun menang 21-14, 21-13.
Ganda Putri : China Gagal Raih Gelar
Tampil tanpa kekuatan penuh, China bisa meloloskan pasangan Yang Wei/Zhang Jie Wen ke final. Pasangan China ini terus tertekan sejak awal pertandingan oleh pasangan Korsel, Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won. Dari rekor pertemuan, memang pasangan Korsel lebih unggul, bahkan unggul jauh. Jadi, pantas saja mereka menang 21-15, 21-12.
Ganda Putra : Terhentinya Pembuat Kejutan
Pasangan Indonesia, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan gagal meraih gelar juara, meskipun pada set 1 mengungguli ganda Korsel, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Pada set pertama, Alvent/Hendra banyak melakukan smes keras dan kerja sama yang luar biasa bagi pasangan baru. Namun pada set selanjutnya, giliran pasangan Korsel yang banyak melakukan smes, dan Alvent/Hendra kurang bisa menahannya, meskipun beberapa kali mereka bisa menahan smes tajam dan keras. Alvent/Hendra pun harus puas sebagai runner-up dengan kekalahan 3 set, 21-18, 14-21, 14-21.
Selamat buat Nova/Lilyana, dan sukses untuk Tim Bulutangkis Indonesia!
Senin, 12 Januari 2009
Jumat, 26 Desember 2008
Natal : Masihkah untuk Tuhan?
Ribuan tahun yang lalu, telah lahir Seorang Juruselamat bagi kita. Anak Tunggal dari Bapa telah diberikan-Nya bagi kita. Dia lahir bagi untuk menebus dosa-dosa kita, orang berdosa. Selama hidup, Dia banyak melakukan mujizat. Perbuatan-Nya tidak ada yang bercela. Namun, kita yang seharusnya menderita karena dosa-dosa kita telah digantikan oleh-Nya.
Pada tanggal 25 Desember, umat Kristen selalu merayakan Natal setiap tahun. Sayangnya, dari tahun ke tahun, fokus perayaan Natal mulai beralih. Dari yang seharusnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, berubah menjadi seperti pesta, di mana ada Santa Clause dkk di dalamnya. Memang tidak semua orang seperti itu. Tapi tidak sedikit juga orang yang melakukan perayaan seperti itu. Perayaan itu boleh. Tapi, kita harus lebih fokus kepada Tuhan daripada perayaannya.
Merayakan Natal berarti merayakan ulang tahunnya Tuhan. Tapi, banyak orang justru saling memberikan kado kepada keluarganya atau kenalannya, bukan untuk Tuhan. Mungkin itu cuma untuk mempererat hubungan. Bukan nggak boleh. Cuma, yang harusnya lebih diutamakan itu Tuhan. Dia lahir ke dunia, itulah kado yang paling istimewa yang pernah ada. Meskipun kita nggak bisa memberikan hadiah seistimewa itu, tapi, setidaknya kita bisa memberikan hadiah terbaik yang paling tulus yang kita miliki untuk Tuhan.
Ada lagu yang berjudul "Santa Clause is Coming to Town". Isi lagunya adalah orang disuruh untuk bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Santa Clause. Padahal, yang datang ke dunia itu Yesus. Jadi, harusnya "Jesus Christ is Coming to Town". Mungkin memakai Santa Clause untuk menarik perhatian anak-anak aja, sih. Santa Clause juga nggak buruk-buruk amat. Anak yang berbuat baik akan diberikan hadiah, yang nakal nggak. Tapi, kalo berbuat baik itu jangan karena ada maunya, dan jangan cuma di hari Natal aja.
Yesus lahir, mati dan bangkit untuk kita semua. Dia rela disiksa dan disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Betapa berharganya kelahiran Yesus bagi kita. Dia menyelamatkan kita semua dari kematian kekal. Jadi, di hari Natal ini(kemarin, sih), kita harus lebih mencintai Tuhan dan merubah sikap-sikap hidup kita yang tidak berkenan kepada-Nya.
Selamat Hari Natal 2008, semoga kita selalu berada dalam kasih dan perlindungan Yesus. Dan : Selamat Ulang Tahun, Yesus!
Pada tanggal 25 Desember, umat Kristen selalu merayakan Natal setiap tahun. Sayangnya, dari tahun ke tahun, fokus perayaan Natal mulai beralih. Dari yang seharusnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, berubah menjadi seperti pesta, di mana ada Santa Clause dkk di dalamnya. Memang tidak semua orang seperti itu. Tapi tidak sedikit juga orang yang melakukan perayaan seperti itu. Perayaan itu boleh. Tapi, kita harus lebih fokus kepada Tuhan daripada perayaannya.
Merayakan Natal berarti merayakan ulang tahunnya Tuhan. Tapi, banyak orang justru saling memberikan kado kepada keluarganya atau kenalannya, bukan untuk Tuhan. Mungkin itu cuma untuk mempererat hubungan. Bukan nggak boleh. Cuma, yang harusnya lebih diutamakan itu Tuhan. Dia lahir ke dunia, itulah kado yang paling istimewa yang pernah ada. Meskipun kita nggak bisa memberikan hadiah seistimewa itu, tapi, setidaknya kita bisa memberikan hadiah terbaik yang paling tulus yang kita miliki untuk Tuhan.
Ada lagu yang berjudul "Santa Clause is Coming to Town". Isi lagunya adalah orang disuruh untuk bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Santa Clause. Padahal, yang datang ke dunia itu Yesus. Jadi, harusnya "Jesus Christ is Coming to Town". Mungkin memakai Santa Clause untuk menarik perhatian anak-anak aja, sih. Santa Clause juga nggak buruk-buruk amat. Anak yang berbuat baik akan diberikan hadiah, yang nakal nggak. Tapi, kalo berbuat baik itu jangan karena ada maunya, dan jangan cuma di hari Natal aja.
Yesus lahir, mati dan bangkit untuk kita semua. Dia rela disiksa dan disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Betapa berharganya kelahiran Yesus bagi kita. Dia menyelamatkan kita semua dari kematian kekal. Jadi, di hari Natal ini(kemarin, sih), kita harus lebih mencintai Tuhan dan merubah sikap-sikap hidup kita yang tidak berkenan kepada-Nya.
Selamat Hari Natal 2008, semoga kita selalu berada dalam kasih dan perlindungan Yesus. Dan : Selamat Ulang Tahun, Yesus!
Minggu, 21 Desember 2008
World Badminton Final Masters Super Series
Meskipun menempatkan 2 wakil di final, Indonesia gagal meraih gelar juara di turnamen ini. Berbeda dengan Malaysia, yang bisa memaksimalkan kesempatan, dan meraih 3 gelar. Oke, kita mulai dari partai pertama.
Partai pertama adalah ganda campuran, yang mempertemukan pasangan Indonesia, Nova Widianto/Lilyana Natsir, dengan pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Pada set pertama, pertandingan berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Meski unggul di poin-poin kritis, namun Nova/Lily masih terkejar, dan pasangan Denmark memenangkan set ini. Di set kedua, pertandingan tetap berlangsung ketat, meskipun tidak seketat game pertama. Kali ini, Nova/Lily berhasil memenangkan set kedua, dan memaksa dilaksanakannya rubber game. Seperti set pertama dan kedua, kejar-mengejar angka juga terjadi. Namun, yang paling menyesakkan, ketika Nova/Lily unggul 20-17, mereka malah menjadi terburu-buru, dan membiarkan Thomas/Kamilla merebut 5 angka berturut-turut. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Laybourn/Juhl dengan skor 21-17, 16-21, 22-20.
Partai berikutnya, tunggal putri, mempertemukan 2 pemain Hong Kong, yaitu Wang Chen dan Zhou Mi. Di awal set pertama, Wang Chen mendominasi pertandingan, sehingga sempat unggul dengan selisih angka yang cukup besar. Namun, tak menunggu beberapa lama, Zhou Mi langsung mulai bisa menampilkan performa yang baik, sedangkan penampilan Wang Chen menurun. Zhou Mi pun memenangkan set pembuka ini. Di set kedua, Zhou Mi bisa mendikte permainan sejak awal. Wang Chen sempat mengejar pada pertengahan set kedua, namun Zhou Mi bisa kembali unggul, dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 21-14, 21-18.
Pertandingan tunggal putra, merupakan awal pesta tuan rumah. Datuk Lee Chong Wei berhadapan dengan Peter Hoeg Gade. Lee sangat mendominasi set pertama dengan permainan gemilang, dan unggul sangat jauh, puncaknya ketika skor 12-0. Setelah itu, Gade mulai mendapatkan satu demi satu angka, meskipun Lee juga terus mendapatkan angka. Ketika game poin bagi Lee, Gade terlihat sudah menemukan irama permainan, sehingga bisa menahan Lee 5 angka. Pada set kedua, Gade unggul 2 angka terlebih dahulu. Namun, Lee bisa terus mengejar, dan berbalik unggul. Di pertengahan set, Gade bangkit untuk menipiskan selisih angka, dan bahkan unggul kembali. Namun, keunggulannya tidak bertahan lama. Lee kembali mendominasi pertandingan. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 21-8, 21-16 untuk kemenangan Lee Chong Wei.
Partai ganda putra tidak berjalan sesuai harapan saya. Pasangan Korea, Lee Yong-Dae/Jung Jae Sung harus kalah dari ganda Malaysia, Koo Kiet Kien/Tan Boon Heong. Koo/Tan menunjukkan permainan yang sangat gemilang di depan para pendukungnya. Pertandingan juga berlangsung ketat. Meskipun di awal set tertinggal, namun di pertengahan set mereka bisa bangkit dan unggul agak jauh. Koo/Tan hampir tidak memberi kesempatan bagi Yong-Dae/Jae Sung untuk melakukan serangan bertubi-tubi. Yong-Dae/Jae Sung juga bermain bagus, namun bisa diantisipasi oleh Koo/Tan. Di set kedua, Koo/Tan unggul pada awal-awal, namun bisa dikejar Yong-Dae/Jae Sung. Namun, Koo/Tan juga bisa mengejar dan berbalik unggul jauh. Koo/Tan juga menunjukkan pertahanan yang sangat rapat. Yang paling berkesan, ketika Koo terjatuh hingga terduduk untuk menangkis smash ganda Korea, dan dalam keadaan terduduk itu dia menangkis smash 3 kali, kemudian pukulan terakhirnya ketika duduk yang tidak terlalu kuat itu masuk. Pertandingan berakhir dengan skor 21-18, 21-14 untuk kemenangan Koo/Tan.
Partai penutup, ganda putri, adalah harapan Indonesia untuk meraih gelar, setelah gagal di ganda campuran. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Namun, pasangan Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, bisa mendominasi pertandingan. Pasangan Indonesia, Vita Marissa/Lilyana, juga sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Di set kedua, Vita/Lily kembali tertinggal. Namun, sedikit harapan muncul ketika mereka unggul hingga 5 angka, pada skor 19-14. Kali ini, pasangan Malaysia yang melakukan kesalahan sendiri, sehinggal Vita/Lily bisa unggul 5 angka. Namun, permainan Eei Hui/Pei Tty meningkat. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan. Namun, pada poin 19-19, Vita melakukan sebuah smash tajam yang bermula dari smash Lily yang dikembalikan dengan tanggung oleh ganda Malaysia. Harapan kembali muncul. Namun, Eei Hui/Pei Tty berhasil merebut 3 angka berturut-turut. Pada kedudukan 21-20 untuk Malaysia, ganda Indonesia terlihat tidak memiliki semangat lagi untuk memenangkan pertandingan, dan kalah dengan skor 15-21, 20-22.
Hasil ini memupuskan harapan Indonesia untuk bisa meraih gelar di kejuaraan penutup tahun ini. Sedangkan bagi Malaysia, mereka bisa merebut 3 gelar juara di depan ribuan pendukung mereka.
Meskipun gagal, kita doakan semoga di tahun 2009, para pemain Indonesia bisa meraih lebih banyak gelar lagi. Beberapa yang menjadi keinginan saya untuk dimenangkan Indonesia adalah sebagai berikut. Pertama, All England pada bulan Maret. Meskipun sama-sama super series, hadiahnya sama, poinnya sama, namun kejuaraan ini yang paling prestisius, karena merupakan kejuaraan tertua. Kedua, Piala Sudirman pada bulan Mei. Setelah gagal di Thomas & Uber Cup 2008 di Jakarta, kini saatnya Indonesia merebut kembali Piala Sudirman, yang baru didapatkan satu kali, di Jakarta, puluhan tahun lalu(kalo gak salah tahun 1979). 4 tahun terakhir Indonesia hanya bisa menjadi runner-up, dikalahkan China. Meskipun penyelenggaraannya nanti di Guangzhou, China, tapi saya harap bisa menang. Ada beberapa lawan berat, sih, terutama China, Korea, Malaysia, dan Denmark. Ketiga, tentunya Kejuaraan Dunia(kalo gak salah di India) bulan Agustus. Semoga Kido/Hendra dan Nova/Lilyana bisa mempertahankan gelar juara, dan di nomor lain juga menang.
Partai pertama adalah ganda campuran, yang mempertemukan pasangan Indonesia, Nova Widianto/Lilyana Natsir, dengan pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Pada set pertama, pertandingan berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Meski unggul di poin-poin kritis, namun Nova/Lily masih terkejar, dan pasangan Denmark memenangkan set ini. Di set kedua, pertandingan tetap berlangsung ketat, meskipun tidak seketat game pertama. Kali ini, Nova/Lily berhasil memenangkan set kedua, dan memaksa dilaksanakannya rubber game. Seperti set pertama dan kedua, kejar-mengejar angka juga terjadi. Namun, yang paling menyesakkan, ketika Nova/Lily unggul 20-17, mereka malah menjadi terburu-buru, dan membiarkan Thomas/Kamilla merebut 5 angka berturut-turut. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Laybourn/Juhl dengan skor 21-17, 16-21, 22-20.
Partai berikutnya, tunggal putri, mempertemukan 2 pemain Hong Kong, yaitu Wang Chen dan Zhou Mi. Di awal set pertama, Wang Chen mendominasi pertandingan, sehingga sempat unggul dengan selisih angka yang cukup besar. Namun, tak menunggu beberapa lama, Zhou Mi langsung mulai bisa menampilkan performa yang baik, sedangkan penampilan Wang Chen menurun. Zhou Mi pun memenangkan set pembuka ini. Di set kedua, Zhou Mi bisa mendikte permainan sejak awal. Wang Chen sempat mengejar pada pertengahan set kedua, namun Zhou Mi bisa kembali unggul, dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 21-14, 21-18.
Pertandingan tunggal putra, merupakan awal pesta tuan rumah. Datuk Lee Chong Wei berhadapan dengan Peter Hoeg Gade. Lee sangat mendominasi set pertama dengan permainan gemilang, dan unggul sangat jauh, puncaknya ketika skor 12-0. Setelah itu, Gade mulai mendapatkan satu demi satu angka, meskipun Lee juga terus mendapatkan angka. Ketika game poin bagi Lee, Gade terlihat sudah menemukan irama permainan, sehingga bisa menahan Lee 5 angka. Pada set kedua, Gade unggul 2 angka terlebih dahulu. Namun, Lee bisa terus mengejar, dan berbalik unggul. Di pertengahan set, Gade bangkit untuk menipiskan selisih angka, dan bahkan unggul kembali. Namun, keunggulannya tidak bertahan lama. Lee kembali mendominasi pertandingan. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 21-8, 21-16 untuk kemenangan Lee Chong Wei.
Partai ganda putra tidak berjalan sesuai harapan saya. Pasangan Korea, Lee Yong-Dae/Jung Jae Sung harus kalah dari ganda Malaysia, Koo Kiet Kien/Tan Boon Heong. Koo/Tan menunjukkan permainan yang sangat gemilang di depan para pendukungnya. Pertandingan juga berlangsung ketat. Meskipun di awal set tertinggal, namun di pertengahan set mereka bisa bangkit dan unggul agak jauh. Koo/Tan hampir tidak memberi kesempatan bagi Yong-Dae/Jae Sung untuk melakukan serangan bertubi-tubi. Yong-Dae/Jae Sung juga bermain bagus, namun bisa diantisipasi oleh Koo/Tan. Di set kedua, Koo/Tan unggul pada awal-awal, namun bisa dikejar Yong-Dae/Jae Sung. Namun, Koo/Tan juga bisa mengejar dan berbalik unggul jauh. Koo/Tan juga menunjukkan pertahanan yang sangat rapat. Yang paling berkesan, ketika Koo terjatuh hingga terduduk untuk menangkis smash ganda Korea, dan dalam keadaan terduduk itu dia menangkis smash 3 kali, kemudian pukulan terakhirnya ketika duduk yang tidak terlalu kuat itu masuk. Pertandingan berakhir dengan skor 21-18, 21-14 untuk kemenangan Koo/Tan.
Partai penutup, ganda putri, adalah harapan Indonesia untuk meraih gelar, setelah gagal di ganda campuran. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Namun, pasangan Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, bisa mendominasi pertandingan. Pasangan Indonesia, Vita Marissa/Lilyana, juga sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Di set kedua, Vita/Lily kembali tertinggal. Namun, sedikit harapan muncul ketika mereka unggul hingga 5 angka, pada skor 19-14. Kali ini, pasangan Malaysia yang melakukan kesalahan sendiri, sehinggal Vita/Lily bisa unggul 5 angka. Namun, permainan Eei Hui/Pei Tty meningkat. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan. Namun, pada poin 19-19, Vita melakukan sebuah smash tajam yang bermula dari smash Lily yang dikembalikan dengan tanggung oleh ganda Malaysia. Harapan kembali muncul. Namun, Eei Hui/Pei Tty berhasil merebut 3 angka berturut-turut. Pada kedudukan 21-20 untuk Malaysia, ganda Indonesia terlihat tidak memiliki semangat lagi untuk memenangkan pertandingan, dan kalah dengan skor 15-21, 20-22.
Hasil ini memupuskan harapan Indonesia untuk bisa meraih gelar di kejuaraan penutup tahun ini. Sedangkan bagi Malaysia, mereka bisa merebut 3 gelar juara di depan ribuan pendukung mereka.
Meskipun gagal, kita doakan semoga di tahun 2009, para pemain Indonesia bisa meraih lebih banyak gelar lagi. Beberapa yang menjadi keinginan saya untuk dimenangkan Indonesia adalah sebagai berikut. Pertama, All England pada bulan Maret. Meskipun sama-sama super series, hadiahnya sama, poinnya sama, namun kejuaraan ini yang paling prestisius, karena merupakan kejuaraan tertua. Kedua, Piala Sudirman pada bulan Mei. Setelah gagal di Thomas & Uber Cup 2008 di Jakarta, kini saatnya Indonesia merebut kembali Piala Sudirman, yang baru didapatkan satu kali, di Jakarta, puluhan tahun lalu(kalo gak salah tahun 1979). 4 tahun terakhir Indonesia hanya bisa menjadi runner-up, dikalahkan China. Meskipun penyelenggaraannya nanti di Guangzhou, China, tapi saya harap bisa menang. Ada beberapa lawan berat, sih, terutama China, Korea, Malaysia, dan Denmark. Ketiga, tentunya Kejuaraan Dunia(kalo gak salah di India) bulan Agustus. Semoga Kido/Hendra dan Nova/Lilyana bisa mempertahankan gelar juara, dan di nomor lain juga menang.
Minggu, 16 November 2008
Kejurnas Bulutangkis Antar Klub 2008
PB Tangkas Alfamart Jakarta berhasil menjuarai Kejurnas Bulutangkis Antar Klub 2008 yang diselenggarakan di Stadion Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dalam turnamen tersebut, Tangkas mengungguli PB Djarum Kudus dengan skor ketat, 3-2.
Pebulu tangkis senior Nova Widianto menjadi bintang dalam perebutan gelar juara turnamen yang menggunakan sistem ala Piala Sudirman itu. Meski cukup berumur, 31 tahun, Nova tampil cemerlang dalam dua nomor sekaligus, ganda campuran dan ganda pria.
Angka pertama Tangkas disumbangkan oleh pasangan ganda campuran nomor 1 dunia, Nova Widianto/Lilyana Natsir, yang mengalahkan Mohammad Rijal/Yulianti dalam pertandingan 2 set langsung, dengan skor 21-10, 21-14.
Nova mengatakan kemenangan ini sempat membuat pihaknya di atas angin, tapi materi pemain yang merata membuat mereka harus menahan napas terlebih dahulu. "Saya senang ketika meraih kemenangan perdana. Paling tidak untuk meningkatkan motivasi pemain Tangkas berikutnya. Sayang, pertandingan benar-benar alot. Beruntung saya mampu mengamankan partai terakhir," kata Nova.
Pada partai kedua, Djarum berhasil menyamakan kedudukan, setelah tunggal putri terbaik Indonesia, Maria Kristin Yulianti, mengalahkan Yuan Kartika dari Tangkas. Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini menang dengan skor 21-14, 21-11.
Partai ketiga, yang memainkan partai tunggal putra, mempertemukan pemain Djarum, Andre Kurniawan Tedjono dengan Alamsyah Yunus dari Tangkas. Dalam pertandingan yang seru dan menegangkan tersebut, Andre harus bertanding 3 set, sebelum menang 18-21 22-20 21-19, sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Djarum.
Pada pertandingan ganda putri, pasangan peringkat 8 dunia, Vita Marissa/Lilyana Natsir mengalahkan ganda terbaik Djarum, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dengan skor 21-16 21-12.
Partai penentu, yaitu ganda putra, mempertemukan pasangan Tangkas, Nova Widianto/Devin Lahardi Fitriawan dengan pasangan Djarum peringkat 15 dunia, Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki Suryatama. Dalam pertandingan penentu ini, Nova/Devin berhasil memenangkan pertandingan dalam 3 set, 21-14 14-21 21-19.
Pada awal sebelum pertandingan sempat terjadi insiden kecil untuk Nova Widianto. Insiden terjadi saat Nova menempatkan peralatan pada box yang tersedia dan ingin berbalik kening Nova sebelah kanan membentur papan meja wasit yang belum ditempatkan kembali oleh wasit sebelumnya. Beruntung bagi klub Tangkas peristiwa kecil ini tidak menggangu konsentrasi bermain Nova. Nova pun diplot sebagai pahlawan kemenangan Tangkas. Sebab, dia bermain dua kali dalam partai final ini. "Saya sempat keletihan bermain dua kali, tapi bersyukur saya mampu mengamankan kemenangan di dua partai tersebut," cetus Nova.
Devin mengaku sangat senang dengan kemenangan yang diraihnya itu. "Karena saya jarang berpasangan dengan Nova, jadi sempat grogi, tapi begitu di lapangan semuanya bisa teratasi," katanya. Menurut dia, berpasangan dengan Nova cukup membantunya untuk mengatasi masalah mental di lapangan. "Pada saat kedudukan sudah 20-19 untuk kami di set ketiga, saya sempat ragu, tapi bisikan Nova membuat saya semakin yakin," katanya.
Kemenangan itu membuat kubu Tangkas gembira. Maklum, mereka sudah menanti enam tahun untuk menuai gelar bergengsi tersebut. "Tidak mudah mendapatkan gelar ini. Saya saja baru dua kali bisa mengantarkan Tangkas jadi juara, 2002 dan sekarang," ucap Nova.
Atas kemenangan tersebut Tangkas mendapat medali emas dan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta yang diserahkan oleh Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso. Sementara itu Djarum sebagai runner-up mendapat Rp 40 juta. Dua semifinalis yang kalah, Jaya Raya dan Mutiara Bandung, masing-masing mendapat Rp 25 juta.
(dari berbagai sumber)
Senin, 10 November 2008
Hari Pahlawan
Sebenernya, gak tau juga mau nulis apa. Kalo soal pahlawan, saya sudah pernah tulis di sini. Yang jelas, hargai dan jangan lupakan jasa-jasa para pahlawan, baik yang dulu maupun yang sekarang. Jangan lupa untuk bangkitkan kembali rasa nasionalsime dengan cara :
1. Gunakan produk dan hasil karya negri sendiri.
2. Jaga kebersihan dan keamanan lingkungan di sekitarmu.
3. Kalau ikut upacara bendera, ikutlah dengan rasa hormat dan sopan.
4. Jangan mengacau atau membuat kerusakan lingkungan.
5. Baca kembali buku-buku sejarah tentang perjuangan pahlawan dulu.
6. Ikuti perjuangan para pahlawan masa kini(Cara inilah yang membangkitkan rasa nasionalisme saya).
7. Kalau sudah ke luar negri, jangan lupa negri sendiri.
8. Jangan menjelekkan negri sendiri.
Dan masih banyak lagi yang lain.
Yah, segini saja deh.
1. Gunakan produk dan hasil karya negri sendiri.
2. Jaga kebersihan dan keamanan lingkungan di sekitarmu.
3. Kalau ikut upacara bendera, ikutlah dengan rasa hormat dan sopan.
4. Jangan mengacau atau membuat kerusakan lingkungan.
5. Baca kembali buku-buku sejarah tentang perjuangan pahlawan dulu.
6. Ikuti perjuangan para pahlawan masa kini(Cara inilah yang membangkitkan rasa nasionalisme saya).
7. Kalau sudah ke luar negri, jangan lupa negri sendiri.
8. Jangan menjelekkan negri sendiri.
Dan masih banyak lagi yang lain.
Yah, segini saja deh.
Selasa, 04 November 2008
Daftar Turnamen yang Diikuti Nova/Lilyana sejak Tahun 2008
Ini daftar turnamen yang mereka ikuti sejak tahun 2008 sampai sekarang, dan hasilnya.
1. Proton Malaysia Open SS = Perempat final (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
2. Yonex Korea SS = Babak pertama (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
3. Yonex All England SS = Runner-up (Zheng Bo/Gao Ling)
4. Wilson Swiss Open SS = Semifinal (Anthony Clark/Donna Kellogg)
5. Kejuaraan Asia = Runner-up (Flandy Limpele/Vita Marissa)
6. Aviva Singapore SS = Juara (Anthony Clark/Donna Kellogg)
7. Djarum Indonesia Open SS = Semifinal (Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
8. Olimpiade Beijing = Runner-up (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
9. Yonex Japan SS = Runner-up (Muhammad Rijal/Vita Marissa)
10. China Masters SS = Runner-up (Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
11. French SS = Semi Final(Anthony Clark/Donna Kellogg)
12. Kejurnas Bulutangkis Beregu Campuran Antar Klub 2008=Juara
13. Sunrise Hong Kong SS = Perempat final(Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
14. World Badminton Final Masters SS = Runner-up(Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
15. Proton Malaysia SS 2009 = Juara(Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
16. Yonex Korea SS 2009 = Babak 2(Diju V/Jwala Gutta)
Catatan :
*SS = Super Series
**Nama yang di dalam kurung adalah yang dikalahkan atau yang mengalahkan, tergantung konteksnya.
Daftar ini tentunya akan terus saya perbarui, sesuai dengan keikutsertaan mereka.
1. Proton Malaysia Open SS = Perempat final (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
2. Yonex Korea SS = Babak pertama (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
3. Yonex All England SS = Runner-up (Zheng Bo/Gao Ling)
4. Wilson Swiss Open SS = Semifinal (Anthony Clark/Donna Kellogg)
5. Kejuaraan Asia = Runner-up (Flandy Limpele/Vita Marissa)
6. Aviva Singapore SS = Juara (Anthony Clark/Donna Kellogg)
7. Djarum Indonesia Open SS = Semifinal (Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
8. Olimpiade Beijing = Runner-up (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
9. Yonex Japan SS = Runner-up (Muhammad Rijal/Vita Marissa)
10. China Masters SS = Runner-up (Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
11. French SS = Semi Final(Anthony Clark/Donna Kellogg)
12. Kejurnas Bulutangkis Beregu Campuran Antar Klub 2008=Juara
13. Sunrise Hong Kong SS = Perempat final(Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
14. World Badminton Final Masters SS = Runner-up(Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
15. Proton Malaysia SS 2009 = Juara(Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
16. Yonex Korea SS 2009 = Babak 2(Diju V/Jwala Gutta)
Catatan :
*SS = Super Series
**Nama yang di dalam kurung adalah yang dikalahkan atau yang mengalahkan, tergantung konteksnya.
Daftar ini tentunya akan terus saya perbarui, sesuai dengan keikutsertaan mereka.
French Super Series 2008
Markis Kido/Hendra Setiawan makin memantapkan posisinya sebagai pemain terbaik dunia dengan menunjukkan konsistensi setelah mendapatkan medali emas Olimpiade. Pada turnamen Prancis Super Series yang berakhir pada hari Minggu(2/11) yang lalu, mereka berhasil mendapatkan gelar juara setelah mengalahkan pasangan China, Cai Yun/Xu Chen dengan 2 set, 21-15 21-12 dalam waktu 27 menit. Dengan demikian, mereka berhasil mencatatkan hat-trick setelah sebelumnya meraih gelar di China dan Denmark. Berbeda dengan Kido/Hendra, Taufik Hidayat gagal di final setelah dikalahkan Peter Hoeg Gade dalam pertarungan ketat 3 set dengan skor 16-21 21-17 21-7. Taufik gagal meraih gelar super series-nya untuk pertama kali.
Berikut hasil lengkapnya :
MS : Peter Hoeg Gade vs Taufik Hidayat 16-21 21-17 21-7
WS : Lin Wang vs Xingfang Xie 21-18 13-21 21-11
MD : Markis Kido/Hendra Setiawan vs Yun Cai/Chen Xu 21-15 21-12
WD : Jing Du/Yang Yu vs Eei Hui Chin/Pei Tty Wong 20-22 21-19 21-11
XD : Hanbin He/Yang Yu vs Anthony Clark/Donna Kellogg 21-13 21-19
Di babak semi final, Nova/Lilyana kalah lagi. Sepertinya tahun ini bukan keberuntungan mereka. Tapi, tahun depan masih ada All England, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan lainnya. Masih ada harapan, deh.
Berikut hasil lengkapnya :
MS : Peter Hoeg Gade vs Taufik Hidayat 16-21 21-17 21-7
WS : Lin Wang vs Xingfang Xie 21-18 13-21 21-11
MD : Markis Kido/Hendra Setiawan vs Yun Cai/Chen Xu 21-15 21-12
WD : Jing Du/Yang Yu vs Eei Hui Chin/Pei Tty Wong 20-22 21-19 21-11
XD : Hanbin He/Yang Yu vs Anthony Clark/Donna Kellogg 21-13 21-19
Di babak semi final, Nova/Lilyana kalah lagi. Sepertinya tahun ini bukan keberuntungan mereka. Tapi, tahun depan masih ada All England, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan lainnya. Masih ada harapan, deh.
Langganan:
Postingan (Atom)