Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2009

Menjelang All England 2009

Pada tanggal 3-8 Maret 2009 nanti, kejuaraan Yonex All England Super Series akan diselenggarakan di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris. Tingkatannya super series, hadiahnya tidak terlalu besar, dan hampir sama dengan kejuaraan lainnya. Namun, yang membedakan adalah kejuaraan ini merupakan kejuaraan internasional bulutangkis tertua di dunia, yang tentunya sangat prestisius. Indonesia pertama kali menjadi juara All England pada tahun 1958 (kalau tidak salah) melalui Tan Joe Hoek. Sedangkan pemain Indonesia yang paling banyak meraih gelar adalah Rudy Hartono Kurniawan di nomor tunggal putra, yaitu sebanyak 8 kali, dan rekor ini masih belum ada yang bisa memecahkan. Terakhir kali Indonesia meraih gelar di All England pada tahun 2003, melalui pasangan ganda putra, Sigit Budiarto/Candra Wijaya.
Menjelang All England, sejumlah pemain Indonesia tak jadi berangkat karena alasan cedera. Pemain-pemain tersebut adalah pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan dan pemain tunggal putri, Maria Kristin Yulianti. Di nomor ganda campuran, Indonesia kehilangan satu pasangan menyusul mundurnya Vita Marissa dari pelatnas, sehingga Muhammad Rijal tak jadi berangkat. Vita sendiri dari awal memang direncanakan untuk tidak bermain di nomor ganda putri tahun ini. Jadi, mundurnya Vita tidak mempengaruhi ganda putri Indonesia. Dengan demikian, mau tidak mau pasangan ganda campuran Nova Widhianto/Lilyana Natsir yang menjad tumpuan Indonesia pada All England kali ini.
Bila dihitung-hitung, ini adalah kali kelima keikutsertaan Nova/Lilyana di ajang All England. Hasil terbaik diperoleh mereka tahun lalu, di mana mereka harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan pasangan China, Zheng Bo/Gao Ling di final yang berlangsung ketat selama 3 set. Setelah pasangan ini tidak bermain lagi, sepertinya lawan terberat sekaligus musuh bebuyutan sudah tidak ada. Namun, masih banyak pasangan lain yang bisa menjadi ancaman. Sebut saja pasangan Korsel, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung serta pasangan China He Hanbin/Yu Yang dan Xie Zhongbo/Zhang Yawen. Duet Lee/Lee memenangi 3 dari 4 laga pertemuan mereka, sedangkan kemenangan Nova/Lily diperoleh di final Proton Malaysia Super Series Januari lalu. Melawan He/Yu, terakhir kali di semifinal Olimpiade Beijing 2008 yang berbuah kemenangan setelah pertandingan 3 set. Sedangkan untuk Xie/Zhang, Nova/Lily kalah dalam beberapa pertemuan terakhir. Perjuangan memang sangat berat. Apalagi, Nova/Lily mendapat beban untuk menjadi juara, seperti yang sudah ditargetkan. Selain itu, ada keinginan pribadi untuk bisa memecahkan "misteri" selama 30 tahun, di mana Indonesia sampai sekarang belum bisa meraih gelar ganda campuran All England, setelah diraih pertama kali pada tahun 1979 oleh pasangan Christian Hadinata/Imelda Wigoena.
Peluang di nomor lain tentunya masih terbuka, namun jauh lebih berat. Di tunggal putri misalnya. Setelah mundurnya Maria, yang tersisa hanya Adrianti Firdasari dan Pia Zebadiah Bernadet. Hasil undian yang kurang menguntungkan membuat mereka harus berhadapan dengan pemain-pemain unggulan di babak-babak awal. Sedangkan di ganda putra, pemain Indonesia nampaknya belum bisa mengimbangi pasangan-pasangan lain yang lebih hebat. Di tunggal putra, selain berhadapan dengan pemain unggulan, pemain-pemain Indonesia berada dalam pul yang sama.
Dalam setiap kejuaraan, pasti ada peluang dan lawan berat yang menunggu. Jadi, yang harus dilakukan hanyalah berusaha untuk menang dan menampilkan permainan yang terbaik, serta menjaga fisik dan stamina. Dan yang terpenting, jangan lupa berdoa.

Kamis, 12 Februari 2009

Apakah Bulutangkis Indonesia Masih Bisa Menjadi yang Terbaik

Akhir-akhir ini, prestasi bulutangkis Indonesia tidak secemerlang pada zamannya Tan Joe Hoek, Rudy Hartono, Liem Swie King, Ivanna Lie, sampai Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Meskipun, masih ada atlet kita yang prestasinya bagus, seperti ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan dan ganda campuran Nova Widhianto/Lilyana Natsir. Saat ini, bisa dibilang China-lah yang paling menguasai dunia bulutangkis. Banyak pemain China yang menghuni peringkat papan atas dunia. Inilah bukti bahwa mereka sekarang yang terbaik untuk bulutangkis. Beberapa negara yang juga hebat bulutangkisnya adalah Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Denmark, dan Inggris.
Prestasi yang mulai merosot ini jelas ada buktinya. Dulu, kekuatan semua cabang bulutangkis Indonesia bisa dibilang merata. Sekarang, mungkin tinggal ganda putra dan ganda campuran yang masih bertahan. Sisanya, apalagi tunggal putri, sudah jauh menurun. Pertanyaannya, apakah Indonesia masih bisa menjadi yang terbaik di dunia bulutangkis? Jika ditanya bisa atau tidaknya, pasti bisa. Yang menjadi masalah, seringkali kita tidak mau berusaha untuk mewujudkannya. Mengapa saya katakan pasti bisa? Sebab segala sesuatu yang ada di dunia ini membentuk suatu siklus yang selalu berputar. Namun, harus diimbangi juga dengan usaha dan pelengkap lainnya. Misalnya, dalam kehidupan kita, manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan saling berikatan. Jika salah satunya tidak ada atau hilang, maka hal itu akan merusak yang lainnya secara perlahan-lahan. Jadi, segala sesuatu itu berputar dan saling berikatan.
Kalau kita mau berhasil, tidak boleh ada kalimat "Saya tidak bisa" dalam pikiran kita. Kita harus yakin bahwa kita bisa. Setelah itu, baru kita lakukan usaha-usaha untuk mewujudkan keinginan kita itu. Yah, berhasil atau tidaknya itu tergantung dari keseriusan kita menekuninya dan bakat yang kita miliki. Yang paling penting, tentu saja berdoa kepada Tuhan. Begitu pula untuk bulutangkis Indonesia. Jika sudah dilakukan, kemungkinan besar akan berhasil. Jadi, jangan pernah berhenti untuk berusaha dan mencoba!

Senin, 02 Februari 2009

Mundurnya Taufik yang Fenomenal

Seperti yang telah kita ketahui, Taufik Hidayat telah mengundurkan diri dari Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) Bulutangkis Cipayung. Alasannya, Taufik mau menjadi pemain profesional yang mandiri, yang mengurus segala keperluannya dalam bertanding sendiri. Selain itu, Taufik juga menginginkan supaya terjadi regenerasi pemain, khususnya di nomor tunggal putra. Sedangkan kabar yang memberitakan bahwa Taufik mundur karena tidak dipanggilnya Mulyo Handoyo, pelatihnya selama ini ke Pelatnas, diakuinya sebagai alasan yang kesekian. "Saya ingin memberi kesempatan kepada pemain junior. Mudah-mudahan dengan saya keluar dari PBSI, PBSI bisa lebih maju dan atlet bisa berprestasi terutama di nomor tunggal," cetus Taufik. Taufik yang sudah sejak tahun 1996 berada di Pelatnas mengaku bahwa dia mundur dari Pelatnas dengan berat hati.
Taufik adalah seorang pemain yang bisa dibilang paling fenomenal dan sensasional di Indonesia saat ini. Mengapa fenomenal? Dalam usia yang masih sangat muda, Taufik sudah berhasil memperoleh prestasi yang sangat gemilang dan mengharumkan nama bangsa. Saya mengatakan Taufik sensasional karena dia bukan hanya sebagai atlet, namun juga sebagai artis. Dia sering masuk tayangan gosip, dan salah satu gosip yang masih saya ingat dari Taufik adalah Taufik dikabarkan memiliki anak dari wanita yang bukan istrinya. Ya, mungkin kabar itu hanya "bumbu-bumbu" pada karirnya. Taufik juga adalah pemain Indonesia yang paling populer sampai ke seluruh dunia saat ini.
Sebagai pemain, akhir-akhir ini Taufik memang jarang berprestasi gemilang seperti pada masa jayanya. Taufik terakhir kali juara di Macau Badminton Championship, mengalahkan Lee Chong Wei yang saat itu sedang cedera. Namun, jika melihat masa-masa kejayaan Taufik sebagai pemain, tentu bukanlah hal yang baik jika kita menghina Taufik dengan makin buruknya penampilan dia di kejuaraan internasional. Taufik berperan dalam mempertahankan Piala Thomas di Indonesia sampai tahun 2002, mempertahankan tradisi medali emas Indonesia di Olimpiade sejak 1992 dengan meraih emas satu-satunya bagi Indonesia di Olimpiade Athena 2004, menjadi juara dunia 2005, Asian Games, dan sejumlah prestasi lainnya. Mungkin masa keemasannya sebagai atlet sudah hampir habis. Seorang atlet tidak mungkin selalu berada di puncak kejayaan. Begitu juga Taufik. Meskipun sudah jarang berprestasi, Taufik adalah salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia. Taufik juga menginginkan agar orang mengingat dia dengan prestasinya, bukan kegagalannya. Karena itu, dia mundur dari Pelatnas. Sekali lagi, Taufik mencoba hanya mengingat hal-hal yang baik dari Cipayung. Begitu pun ia minta semua orang mengingat hal yang baik tentang dirinya. "Jangan melulu dilihat konflik saya dengan banyak pihak. Tetapi ingatlah saya karena prestasi saya di olimpiade, kejuaraan dunia, dan yang lainnya. Karena itulah saya ingin mundur selagi saya masih di puncak. Saya tidak ingin dikasihani atau dilupakan orang."
Berikut sedikit kenangan Taufik di Pelatnas. Taufik mengenang, pelatnas Cipayung tidak lagi bernuansa sekolah, tetapi lebih suasana keluarga yang guyub. "Yang paling saya ingat tentunya bagaimana saya
dikerjain para senior saya," kata Taufik.
Cerita Taufik dikerjain seniornya memang bukan hal baru. Taufik muda selalu dihardik dan diledek para seniornya setiap kali "menyentuh" mobil-mobil milik para senior tersebut. "Heh lu enggak bisa beli tuh barang," kata para senior. Potongan kisah ini menimbulkan dendam dan semangat pada Taufik muda. Setelah berprestasi, Taufik membuktikan dirinya dengan membawa mobil jenis Toyota Alphard ke pelatnas Cipayung. "Bagi saya itu menjadi kenangan yang indah," kata Taufik. Meski begitu, ia juga memiliki beberapa kenangan pahit yang menurut dia juga dirasakan banyak pemain hingga sekarang. "Saya kira pengurus sekarang yang baru terpilih harus berubah dibandingkan yang lama. Sekarang komunikasi antara pengurus dan pemain harus lebih terbuka," katanya. Menurut Taufik, apa yang diinginkan dan dipahami oleh pemain sebenarnya sangat jelas. "Pemain tahunya adalah berlatih, bertanding, dan kemudian dievaluasi. Kalau gagal, ia harus siap untuk kehilangan haknya. Namun kalau berhasil, ia boleh menanyakan haknya," katanya. Hal-hal seperti inilah yang menurut Taufik tidak dilakukan oleh para pengurus dan sudah berlangsung bertahun-tahun di Cipayung.
Setuju tidak setuju, suka tidak suka, Taufik tetaplah salah satu pahlawan bangsa yang harus kita hargai. Ingatlah prestasinya yang sangat mengharumkan nama bangsa itu. Kegagalannya hanyalah pelengkap dari keberhasilannya. Karena tanpa kegagalan, mana mungkin ada orang yang mau berusaha lagi? Mari, kita dukung keputusan Taufik ini, dan kita dukung juga kiprahnya setelah keluar dari Pelatnas. Kita tunggu prestasinya. Siapa tahu, bisa jadi juara All England Maret nanti.
Maju terus, Taufik!
Sumber :
Okezone
Kompas

Sabtu, 24 Januari 2009

Bagaimana Nasib Bulutangkis Indonesia?

Harus diakui, bulutangkis adalah satu-satunya cabang olahraga yang bisa membanggakan Indonesia di pentas dunia berkali-kali, dari dulu sampai sekarang. Puncaknya, medali emas pertama Indonesia di kejuaraan sebesar Olimpiade didapatkan melalui cabang olahraga ini (1992). Betapa kita harus berbangga dengan para atlet bulutangkis yang kita miliki, baik yang dulu, maupun yang sekarang. Namun pada kenyataannya, orang yang menyukai olahraga bulutangkis di Indonesia tidak lebih banyak daripada yang menggemari olahraga semacam sepak bola atau bola basket. Sungguh malang nasib bulutangkis di Indonesia. Jika prestasi bulutangkis dibandingkan dengan sepak bola atau basket, tentu sangat jauh bedanya. Contohnya, bulutangkis meraih medali emas di Olimpiade 2008. Sedangkan sepak bola atau basket? Main saja tidak. Di tingkat internasional sendiri, bulutangkis juga kalah pamornya dari tenis.
Belakangan, banyak pemain Indonesia mengikuti turnamen dengan biaya sendiri. Namun, setelah ada pemanggilan pemain ke pelatnas, pemain yang terpanggil itu mungkin dibiayai PBSI dan sponsor lain, seperti PLN. Sedangkan yang belum dipanggil, harus berangkat dengan biaya sendiri. Contoh akibatnya, ganda putri Vita Marissa/Lilyana Natsir tidak mengikuti turnamen Yonex Korea Super Series 2009. Menurut kabar yang saya dengar, itu karena Vita tidak mempunyai cukup biaya. Nah, bagaimana mau berkembang, kalau mengikuti turnamen saja tidak? Apalagi dengan alasan yang cukup memiriskan, biaya. Yang menjadi pekerjaan pemain itu hanya berlatih dan bermain. Apapun hasilnya, yang jelas pemain itu telah berusaha semampu mereka. Tapi sekarang, pemain memiliki pekerjaan tambahan, yaitu mencari sponsor. Itu seharusnya menjadi tugas PBSI sebagai organisasi yang menaungi olahraga bulutangkis ini. Mungkin ini dampak dari krisis global yang sedang melanda dunia sekarang ini.
Tahun ini, Vision1 Sports menayangkan semua kejuaraan super series babak semifinal dan final (kecuali Indonesia SS yang kemungkinan besar ditayangkan TV swasta), kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia dan beberapa GP(Grand Prix). Siaran ini selalu di-relay secara langsung ke beberapa TV lokal yang kemungkinan besar merupakan anak perusahaan MNC (Indovision juga anak perusahaan MNC), seperti Deli TV Medan, IMTV Bandung, Pro TV Semarang dan SUN TV Makassar. Ini merupakan sebuah langkah yang bagus untuk lebih mempopulerkan bulutangkis di Indonesia. Sekaligus, menarik minat sponsor untuk PBSI. Dengan begini, pemain tidak perlu lagi repot mencari sponsor sendiri, meskipun hal itu juga tidak dilarang. Ini akan membuat pemain lebih berkonsentrasi dalam bermain, dan pada akhirnya bisa meraih hasil maksimal, yang akan membanggakan Indonesia di pentas dunia. Jadi, saya harap TV Indonesia bisa terus menayangkan kejuaraan bulutangkis, bukan hanya tahun ini saja. Kalau bisa, jangan TV berbayar, tapi TV swasta, supaya semua masyarakat bisa menyaksikannya. Saya sendiri bisa menonton melalui SUN TV.
Semoga ke depannya bulutangkis Indonesia makin berjaya, apalagi menghadapi kejuaraan All England yang dimulai 3 Maret nanti, Piala Sudirman pada bulan Mei dan Kejuaraan Dunia pada bulan Agustus. Salam bulutangkis.

Jumat, 26 Desember 2008

Natal : Masihkah untuk Tuhan?

Ribuan tahun yang lalu, telah lahir Seorang Juruselamat bagi kita. Anak Tunggal dari Bapa telah diberikan-Nya bagi kita. Dia lahir bagi untuk menebus dosa-dosa kita, orang berdosa. Selama hidup, Dia banyak melakukan mujizat. Perbuatan-Nya tidak ada yang bercela. Namun, kita yang seharusnya menderita karena dosa-dosa kita telah digantikan oleh-Nya.
Pada tanggal 25 Desember, umat Kristen selalu merayakan Natal setiap tahun. Sayangnya, dari tahun ke tahun, fokus perayaan Natal mulai beralih. Dari yang seharusnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, berubah menjadi seperti pesta, di mana ada Santa Clause dkk di dalamnya. Memang tidak semua orang seperti itu. Tapi tidak sedikit juga orang yang melakukan perayaan seperti itu. Perayaan itu boleh. Tapi, kita harus lebih fokus kepada Tuhan daripada perayaannya.

Merayakan Natal berarti merayakan ulang tahunnya Tuhan. Tapi, banyak orang justru saling memberikan kado kepada keluarganya atau kenalannya, bukan untuk Tuhan. Mungkin itu cuma untuk mempererat hubungan. Bukan nggak boleh. Cuma, yang harusnya lebih diutamakan itu Tuhan. Dia lahir ke dunia, itulah kado yang paling istimewa yang pernah ada. Meskipun kita nggak bisa memberikan hadiah seistimewa itu, tapi, setidaknya kita bisa memberikan hadiah terbaik yang paling tulus yang kita miliki untuk Tuhan.
Ada lagu yang berjudul "Santa Clause is Coming to Town". Isi lagunya adalah orang disuruh untuk bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Santa Clause. Padahal, yang datang ke dunia itu Yesus. Jadi, harusnya "Jesus Christ is Coming to Town". Mungkin memakai Santa Clause untuk menarik perhatian anak-anak aja, sih. Santa Clause juga nggak buruk-buruk amat. Anak yang berbuat baik akan diberikan hadiah, yang nakal nggak. Tapi, kalo berbuat baik itu jangan karena ada maunya, dan jangan cuma di hari Natal aja.
Yesus lahir, mati dan bangkit untuk kita semua. Dia rela disiksa dan disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Betapa berharganya kelahiran Yesus bagi kita. Dia menyelamatkan kita semua dari kematian kekal. Jadi, di hari Natal ini(kemarin, sih), kita harus lebih mencintai Tuhan dan merubah sikap-sikap hidup kita yang tidak berkenan kepada-Nya.
Selamat Hari Natal 2008, semoga kita selalu berada dalam kasih dan perlindungan Yesus. Dan : Selamat Ulang Tahun, Yesus!

Senin, 10 November 2008

Hari Pahlawan

Sebenernya, gak tau juga mau nulis apa. Kalo soal pahlawan, saya sudah pernah tulis di sini. Yang jelas, hargai dan jangan lupakan jasa-jasa para pahlawan, baik yang dulu maupun yang sekarang. Jangan lupa untuk bangkitkan kembali rasa nasionalsime dengan cara :
1. Gunakan produk dan hasil karya negri sendiri.
2. Jaga kebersihan dan keamanan lingkungan di sekitarmu.
3. Kalau ikut upacara bendera, ikutlah dengan rasa hormat dan sopan.
4. Jangan mengacau atau membuat kerusakan lingkungan.
5. Baca kembali buku-buku sejarah tentang perjuangan pahlawan dulu.
6. Ikuti perjuangan para pahlawan masa kini(Cara inilah yang membangkitkan rasa nasionalisme saya).
7. Kalau sudah ke luar negri, jangan lupa negri sendiri.
8. Jangan menjelekkan negri sendiri.
Dan masih banyak lagi yang lain.
Yah, segini saja deh.

Selasa, 28 Oktober 2008

Sumpah Pemuda dan Nasionalisme

Hari ini, tanggal 28 Oktober 2008, tepat 80 tahun sudah Sumpah Pemuda diikrarkan. Tahun 1928, 20 tahun sesudah Indonesia membangkitkan kesadaran nasional rakyatnya, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Jika dilihat dari sejarah, pemuda memang sangat berperan bagi Indonesia. Bahkan, tanpa kaum muda, mungkin tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia belum merdeka, karena pemudalah yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Bertahun-tahun setelahnya, pemuda selalu menyampaikan aspirasinya dengan sopan dan damai, serta kebanyakan aspirasi itu baik untuk seluruh rakyat. Dan para pemuda memiliki semangat nasionalisme yang sangat tinggi.
Sekarang, keadaan sangat jauh berbeda dibanding dulu. Pemuda menyampaikan aspirasinya dengan sembarangan, bahkan merusak fasilitas-fasilitas umum. Pendapat pemuda seringkali juga bertentangan dengan hukum yang berlaku. Yang terparah, hampir tidak ada kaum muda sekarang yang masih memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Pemuda juga tidak menghargai lagi hasil karya negeri sendiri. Sangat menyedihkan keadaan ini.
Saya tidak bermaksud menghina para pemuda sekarang. Tapi, memang beginilah keadaannya. Para pemuda kurang peduli keadaan bangsanya sendiri. Padahal, hampir semua pemuda di negara ini lahir dan dibesarkan di Indonesia. Tapi, apa "balas jasa" dari pemuda terhadap Indonesia? Nyaris tidak ada. Bahkan, pemuda sering melakukan tawuran antar pelajar, yang memperburuk citra Indonesia.
Berikut teks Sumpah Pemuda :
PERTAMA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDUA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENGDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.
Apa yang harus dimiliki pemuda dan seluruh rakyat Indonesia sekarang? Nasionalisme. Rakyat harus menyadari, kebanyakan mereka lahir, hidup, besar, belajar, bekerja, beraktivitas, berkeluarga, dan akan menghembuskan napas terakhirnya di Indonesia. Sebagai tempat terjadinya semua hal tersebut di atas, Indonesia patut dan selayaknya dicintai, dikasihi, dan dihormati rakyat Indonesia. Seperti lirik dari lagu "Indonesia Pusaka", Indonesia adalah tempat kita lahir sampai meninggal.
Bagaimana membangkitkan rasa nasionalisme? Gampang saja. Kita bisa membaca buku-buku sejarah(meskipun mungkin akan membosankan) tentang perjuangan para pendahulu kita, khususnya para pemuda, atau mengikuti perjuangan para pejuang modern Indonesia, seperti atlet yang telah mengharumkan nama bangsa ke seluruh dunia.
Dengan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan 63 tahun Kemerdekaan Indonesia, mari kita bangkitkan kembali rasa nasionalisme yang ada dalam diri kita masing-masing, bangkitkan rasa persatuan dan kesatuan, serta terus pupuk kesadaran nasional, karena kesadaran nasional harus terus dipupuk, tidak pernah berhenti. Khusus bagi pemuda-pemudi Indonesia, ikrarkan kembali Sumpah Pemuda, dan jadilah satu.
Indonesia memiliki beragam budaya, suku, kesenian, bahasa(daerah), agama, dan sebagainya. Tapi, mari kita satukan segala perbedaan itu. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, justru menjadi keunikan tersendiri bangsa Indonesia, yang bisa mempersatukan bangsa. Yakinlah, suatu saat nanti, pasti Indonesia akan mendapat sesuatu yang besar, dan kita akan bangga menjadi rakyat Indonesia.
Salam Sumpah Pemuda!

Kamis, 23 Oktober 2008

Kunci Kehebatan China di Bulutangkis

Tadi pagi, waktu di perpustakaan sekolah, saya melihat sebuah buku yang di dalamnya berisi kisah-kisah inspirasional. Di buku yang diterbitkan pada bulan Desember 2006 itu, ada kategori olahraga, dan saya coba melihatnya. Ternyata ada bulutangkis, yang judulnya kira-kira menggambarkan keberhasilan China yang berhasil "mengawinkan" gelar Piala Thomas dan Uber 2 kali berturut-turut(belum termasuk tahun ini). Di final, Tim Uber yang dimotori Zhang Ning menghadapi Belanda yang saat itu dimotori oleh mantan atlet Indonesia, Mia Audina. Sedangkan Tim Thomas yang dimotori oleh Lin Dan menghadapi Denmark yang dimotori Peter Gade. Di buku itu, dituliskan 4 kunci keberhasilan China menurut penulis buku tersebut, yaitu :
1. China memliki materi pemain yang sangat baik, dan kualitas tunggal/ganda pertama sama yang terakhir itu hampir sama. Jadi, mereka bisa bermain lebih baik dari musuhnya.
2. China memilih pelatih yang juga sangat bagus, yaitu Li Yongbo. Li Yongbo adalah seorang mantan pemain ganda yang sangat berprestasi dan sangat berpengalaman, dan tentunya bisa melatih dengan baik.
3. Pembinaan dan regenerasi China sangat baik. Dulu, Indonesia sepertinya negara yang paling ditakuti di bulutangkis. Tapi, pemain yang sekarang kualitasnya sedikit lebih buruk. Beda dengan China. Jika seorang pemain senior ingin pensiun, dia tidak perlu taku lagi, karena generasi di bawahnya memiliki kemampuan yang sama untuk meneruskan seniornya. Dalam hal ini, berarti pemain senior dan junior tidak boleh dibeda-bedakan, dan harus adil, terutama dalam mengikuti kejuaraan.
4. Suasana tim sangat kondusif. Dengan suasana yang kondusif, pemain akan merasa nyaman dan betah berada dalam tim, dan permainannya akan bagus.
Mengingat bulan November nanti akan diadakan Munas untuk memilih Ketua PB PBSI yang baru, keempat hal ini tentu harus diperhatikan juga, siapapun pengurus baru nantinya. Hal ini sangat penting untuk mengangkat prestasi Indonesia di cabang bulutangkis, setelah beberapa tahun belakangan agak menurun. Selain itu, bulutangkis merupakan satu-satunya olahraga yang bisa terus mengharumkan nama Indonesia di dunia. Tentu, ketua dari organisasi terbesar bulutangkis di negara ini memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan bulutangkis Indonesia. Beberapa hal lain yang harus diingat, ketua yang baru harus bisa mendapatkan dana untuk bulutangkis, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Ketua juga harus bisa memerhatikan atletnya.
Satu hal yang sangat disayangkan, atlet tidak bisa memberikan suara di pemilihan ketua baru nanti. Padahal, yang paling merasakan dampaknya tentu saja atlet. Seperti sebuah negara yang ingin memilih kepala negaranya, rakyatlah yang memilih kepala negara tersebut. Seharusnya, atlet sebagai "rakyat" PBSI memiliki hak untuk memilih.
Maju terus, bulutangkis Indonesia.

Kamis, 09 Oktober 2008

Atlet vs Artis

Sebelumnya, saya memohon maaf karena saya tidak sempat mengulas secara lengkap hasil dari GPG Macau dan GP Bitburger. Tapi, ada sedikit ulasannya. Mungkin semua sudah tau kalo Taufik menang di Macau, dan Maria Febe menang di Bitburger. Hasil ini tentu saja menggembirakan bagi kita. Febe berhasil meraih gelar, meskipun dia bukan unggulan. Dan Taufik berhasil mengalahkan Lee Chong Wei. Penyebab kemenangannya, saya tidak tau pasti. Tapi, dari beberapa kenalan saya, ada yang bilang kalo Taufik lagi main bagus, dan kalo dia main bagus, sulit ditandingi. Ada juga yang bilang Taufik itu beruntung, karena Chong Wei lagi cedera. Itu cuma pendapat orang, belum tentu benar.
Oke, sekarang saya kembali ke topik, yaitu Atlet vs Artis. Atlet yang dimaksudkan di sini adalah atlet bulutangkis, karena saya suka bulutangkis.
Seandainya, kita menanyakan pertanyaan ini kepada beberapa pejalan kaki di jalanan, mungkin lebih dari setengah jawabannya akan sama. Pertanyaannya adalah : Siapa yang Anda lebih kenal namanya, Liliyana Natsir(saya mengambil nama ini karena bisa dibilang, dia pebulutangkis putri Indonesia yang paling terkenal saat ini) atau Luna Maya(saya rasa semua sudah tau alasan penggunaan nama ini), kemungkinan jawaban dari orang-orang yang ditanyakan adalah Luna Maya.
Menjadi atlet yang hebat itu sebenarnya lebih enak daripada jadi artis(khususnya di Indonesia). Kenapa? Karena jadi atlet hebat itu namanya bisa terkenal sampai ke seluruh dunia, terutama bagi pecinta bulutangkis. Saat ini, Indonesia kekurangan pemain putri yang memiliki potensi bagus. Sayang, banyak wanita Indonesia yang lebih memilih untuk bekerja di bidang entertainment dibanding menjadi atlet. Padahal, banyak yang memiliki potensi untuk itu. Memang, menjadi artis itu bisa dikenal sama hampir semua orang di negaranya.
Di sinilah letak kesalahan dari masyarakat Indonesia. Mereka lebih mengenal artis daripada atlet yang jelas-jelas sudah membanggakan Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Para atlet kurang dihargai oleh masyarakat di negaranya sendiri.
Mulai sekarang, kita harus lebih menghargai lagi para atlet itu. Apakah dia sudah banyak berprestasi atau belum, sekali lagi saya tekankan, harus tetap kita hargai.
Hal ini berdampak pula pada jenis tayangan televisi. Televisi saat ini seakan-akan tela "dipenuhi" oleh sinetron-sinetron yang bertabur artis, dan tayangan-tayangan yang kurang mendidik masyarakat. Sedangkan, pertandingan-pertandingan para atlet Indonesia(khususnya bulutangkis), belum tentu setahun sekali. Sangat disayangkan sekali stasiun televisi Indonesia hampir tidak ada yang mau menayangkan tayangan olahraga yang melibatkan atlet Indonesia. Kerjaannya selalu tayangin yang luar negeri, yang gak ada atlet Indonesia-nya. Tayangin yang luar negeri sih, boleh-boleh saja. Tapi, harus diimbangi dengan olahraga yang melibatkan pemain dalam negeri. Perlu diingat, olahraga itu bukan hanya sepak bola saja.
Kalo di luar negeri, salah satunya China, ada saluran khusus olahraga. Di saluran itu, bisa disiarkan tayangan-tayangan olahraga, baik dalam maupun luar negeri. Saran saya, seharusnya Indonesia memiliki saluran televisi seperti itu, agar kita bisa melihat aksi-aksi atlet Indonesia, khususnya bulutangkis, karena bulutangkis yang telah berhasil membuat Indonesia berprestasi dengan sangat baik di tingkat dunia. Atau sekalian, ada 1 saluran TV yang olahraganya lebih diutamakan untuk bulutangkis. Kalo alasan pihak televisi itu adalah biaya, berarti pihak itu lebih mementingkan uang daripada bangsa sendiri. Semoga ada stasiun TV yang menyadari hal ini, dan mulai menayangkan olahraga yang melibatkan atlet dalam negeri, terutama bulutangkis.

Rabu, 17 September 2008

Cintai Indonesia !

Neg'ri kita tercinta, Indonesia, memiliki cukup banyak masalah, seperti korupsi, kemiskinan di mana-mana, pengangguran, tawuran antar-pelajar, dsb. Selain itu, Indonesia juga kurang pandai dalam mengolah sumber daya alam yang sangat melimpah itu, sehingga harus diekspor ke luar neg'ri agar bisa diolah menjadi barang siap pakai. Jadi, kalau misalnya ada yang merasa bangga karena punya barang dari luar neg'ri, seperti Singapura, mungkin saja barang itu bahannya dari Indonesia, dan berarti 50% barang itu hasil Indonesia. Orang Indonesia secara nggak sadar maupun sadar, sering ngeremehin Indonesia. Misalnya,"Ah, orang Indonesia mana bisa", atau "Indonesia 'kan payah". Ini sama saja dengan meremehkan Indonesia. Yang lebih aneh lagi, kenapa orang Indonesia justru menjelek-jelekkan negaranya sendiri, dan terkesan lebih menyukai negara lain. Kalo sudah gini, maaf saja, ya, mendingan gak usah tinggal di Indonesia. Coba pikir, kenapa kita bisa dilahirkan atau tinggal di Indonesia ? Kenapa kita harus ada di Indonesia, bukan negara lain ? Ada maksud Tuhan menempatkan kita di Indonesia. Sebagai generasi muda(khususnya), kita harusnya berusaha membuat Indonesia menjadi negara yang berkembang, bukannya malah menjelek-jelekkan Indonesia. Kemerdekaan yang sudah susah payah diperjuangkan, harus kita buat semakin bermakna dengan membuat Indonesia bukan hanya merdeka dari penjajahan, tapi juga merdeka dari semua masalah yang ada. Jangan malah tambah merendahkan Indonesia. Mungkin saat ini Indonesia belum menjadi negara maju. Mungkin saat ini Indonesia belum seperti negara-negara tetangganya. Mungkin saat ini Indonesia belum merdeka dari masalah-masalahnya. Mungkin saat ini Indonesia belum bisa membuat banyak rakyatnya bangga dengan yang dimilikinya.
Siapa lagi yang bisa bangga dengan Indonesia terlebih dahulu, selain rakyatnya sendiri ? Mulai sekarang, cintai Indonesia, dan jangan menjelekkan apa pun yang ada di Indonesia. Lagian, Indonesia juga memiliki banyak prestasi, khususnya di bidang bulutangkis. Saat ini, mungkin Indonesia belum berkembang. Tapi, siapa yang bisa mengetahui hal apa yang akan terjadi beberapa tahun lagi ? Bisa saja 10 tahun lagi Indonesia menjadi negara termaju di Asia. Semua bisa terjadi, asal Indonesia dan rakyatnya mau terus berusaha untuk hal ini.
Gimana caranya? Berikut cara mudahnya.
1. Mulai dari hal keci dulu. Jangan mengotori lingkungan di sekitarmu. Kalo kamu mengotorinya, sama saja mengotori lingkungan Indonesia.
2. Saat upacara bendera, usahakan mengikuti upacara dengan baik dan sopan. Dan kalo bendera dikibarkan, hormat dengan sungguh-sungguh.
3. Cintai produk dalam negeri, dan hargai karya bangsa sendiri.

Rabu, 27 Agustus 2008

Pahlawan Masa Kini

Puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu, para pejuang bangsa berusaha mengusir para penjajah dari tanah air tercinta, Indonesia. Mulai dari menggunakan peralatan perang sederhana, sampai ketika bangsa Indonesia sadar bahwa alat perangnya jelas kalah dari para penjajah, dan mereka mulai menggunakan strategi, atau perundingan. Akhirnya, setelah melalui waktu sekian lama, dan setelah didesak oleh kaum muda, 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari jajahan bangsa asing melalui Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia.
Sekarang, keadaan bangsa kita boleh dibilang terpuruk. Kemiskinan di mana-mana, pengangguran, atau bencana alam. Dan yang paling memprihatinkan adalah korupsi yang terus merajalela. Di tengah keterpurukan bangsa ini, sepertinya hanya beberapa perlombaan/olimpiade mata pelajaran seperti Sains dan Matematika, serta dunia olahraga yang bisa membangun kembali citra Indonesia di mata bangsa lain. Di bidang olahraga, khusunya bulutangkis dan angkat besi, atlet Indonesia telah berjuang untuk mengharumkan nama bangsa. Dan seperti yang telah kita ketahui, kedua cabang olahraga ini menyumbangkan medali pada Olimpiade Beijing yang lalu. Di bulutangkis sendiri, atlet Indonesia selalu berhasil membawa pulang minimal 1 medali emas bagi Indonesia sejak tahun 1992. Selain itu, pemain bulutangkis Indonesia banyak yang menjadi juara dunia. Sebagai contoh, Nova Widianto/Lilyana Natsir (2 kali, 2005 & 2007), Taufik Hidayat(2005), dan Markis Kido/Hendra Setiawan(2007). Mereka-mereka inilah(para atlet) yang telah berusaha mengharumkan nama bangsa dan mengembalikan citra bangsa yang sudah ternoda dengan kasus-kasus yang memprihatinkan.
Dalam kondisi seperti ini, mereka bisa kita sebut dengan "Pahlawan Masa Kini" yang berjuang melawan para "penjajah", yaitu segala anggapan buruk bangsa lain terhadap bangsa Indonesia dengan keterpurukan ini melalui prestasi mereka yang tak terbantahkan lagi. Karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat Indonesia menghargai dan memberi apresiasi khusus bagi mereka yang telah mengharumkan nama Indonesia. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Bukan hanya pahlawan pada masa kemerdekaan(tapi harus tetap kita hargai), pahlawan masa kini juga harus kita hargai.
Memaknai 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan 63 tahun Kemerdekaan Indonesia, mari kita menjadi bangsa yang besar, yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Baik yang masa lalu, maupun masa kini. Indonesia, BISA !!

Sabtu, 23 Agustus 2008

Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".
"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."
"Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih."Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug'rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi."


Ini adalah artikel yang saya dapatkan dari http://www.kidung.com/.
Dalam hidup kita, seringkali kita tidak menyadari,bahwa hal sekecil apapun itu, hanya karena anugerah Tuhanlah kita dapat merasakannya. Kita masih bisa hidup dan merasakan berkat Tuhan sampai saat ini, kita harus bersyukur. Mulai saat ini, biasakan diri untuk bersyukur dalam segala keadaan, baik suka maupun duka. Di balik hal seburuk apapun itu, ada rencana Tuhan Yesus yang sangat indah bagi umat-Nya. Selalu bersyukur, dan senangkan hati-Nya.

Jumat, 22 Agustus 2008

Pentingnya Konistensi

Dalam setiap cabang olahraga, sangat diperlukan yang namanya konsistensi dalam permainan atlet itu. Di cabang bulutangkis, atlet Indonesia yang saya rasa paling konsisten adalah Nova Widianto/Lilyana Natsir. Sampai saat ini, kira-kira sudah 8 kejuaraan yang mereka ikuti di tahun 2008. Dari 8 kejuaraan itu, hanya 2 kali mereka tidak masuk ke semi final, yaitu di Malaysia dan Korea Super Series. Keduanya digagalkan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. Sesuai kata Christian Hadinata(kalau nggak salah) standart atlet yang hebat itu paling tidak masuk semi final. Memang, mereka gagal meraih emas di Olimpiade Beijing yang lalu. Tapi, mereka digagalkan oleh Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung. Khusus Yong Dae, dia adalah pemain yang sangat bagus permainannya. Di Thomas Cup saja, berpasangan dengan siapapun, dia nggak pernah kalah. Bisa dibilang, dia rising star bulutangkis tahun ini. Kegagalan di ganda putra, saya rasa karena kegugupannya, karena baru pertama kali ikut Olimpiade di usia yang masih sangat muda(19). Seandainya Kido/Hendra melawan mereka, mungkin nggak bisa dapet emas. Yong Dae sangat hebat dan sangat konsisten. Di usia yang masih sangat muda, dia sudah dapet gelar All England dan Olimpiade. Jadi, sangat dibutuhkan yang namanya konsistensi. Sejak dipasangkan 4 tahun lalu, Nova/Lilyana langsung menggebrak bulutangkis dunia dan masih bertahan di jajaran pemain bulutangkis papan atas dunia. Kalau ingin menjadi atlet (atau profesi apapun) yang sukses, ingat, selalu konsisten dengan apa yang terbaik yang kita lakukan, dan perlihatkan totalitas dalam bekerja.