Senin, 10 November 2008

Hari Pahlawan

Sebenernya, gak tau juga mau nulis apa. Kalo soal pahlawan, saya sudah pernah tulis di sini. Yang jelas, hargai dan jangan lupakan jasa-jasa para pahlawan, baik yang dulu maupun yang sekarang. Jangan lupa untuk bangkitkan kembali rasa nasionalsime dengan cara :
1. Gunakan produk dan hasil karya negri sendiri.
2. Jaga kebersihan dan keamanan lingkungan di sekitarmu.
3. Kalau ikut upacara bendera, ikutlah dengan rasa hormat dan sopan.
4. Jangan mengacau atau membuat kerusakan lingkungan.
5. Baca kembali buku-buku sejarah tentang perjuangan pahlawan dulu.
6. Ikuti perjuangan para pahlawan masa kini(Cara inilah yang membangkitkan rasa nasionalisme saya).
7. Kalau sudah ke luar negri, jangan lupa negri sendiri.
8. Jangan menjelekkan negri sendiri.
Dan masih banyak lagi yang lain.
Yah, segini saja deh.

Selasa, 04 November 2008

Daftar Turnamen yang Diikuti Nova/Lilyana sejak Tahun 2008

Ini daftar turnamen yang mereka ikuti sejak tahun 2008 sampai sekarang, dan hasilnya.
1. Proton Malaysia Open SS = Perempat final (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
2. Yonex Korea SS = Babak pertama (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
3. Yonex All England SS = Runner-up (Zheng Bo/Gao Ling)
4. Wilson Swiss Open SS = Semifinal (Anthony Clark/Donna Kellogg)
5. Kejuaraan Asia = Runner-up (Flandy Limpele/Vita Marissa)
6. Aviva Singapore SS = Juara (Anthony Clark/Donna Kellogg)
7. Djarum Indonesia Open SS = Semifinal (Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
8. Olimpiade Beijing = Runner-up (Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
9. Yonex Japan SS = Runner-up (Muhammad Rijal/Vita Marissa)
10. China Masters SS = Runner-up (Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
11. French SS = Semi Final(Anthony Clark/Donna Kellogg)

12. Kejurnas Bulutangkis Beregu Campuran Antar Klub 2008=Juara
13. Sunrise Hong Kong SS = Perempat final(Xie Zhongbo/Zhang Yawen)
14. World Badminton Final Masters SS = Runner-up(Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl)
15. Proton Malaysia SS 2009 = Juara(Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung)
16. Yonex Korea SS 2009 = Babak 2(Diju V/Jwala Gutta)
Catatan :
*SS = Super Series
**Nama yang di dalam kurung adalah yang dikalahkan atau yang mengalahkan, tergantung konteksnya.
Daftar ini tentunya akan terus saya perbarui, sesuai dengan keikutsertaan mereka.

French Super Series 2008

Markis Kido/Hendra Setiawan makin memantapkan posisinya sebagai pemain terbaik dunia dengan menunjukkan konsistensi setelah mendapatkan medali emas Olimpiade. Pada turnamen Prancis Super Series yang berakhir pada hari Minggu(2/11) yang lalu, mereka berhasil mendapatkan gelar juara setelah mengalahkan pasangan China, Cai Yun/Xu Chen dengan 2 set, 21-15 21-12 dalam waktu 27 menit. Dengan demikian, mereka berhasil mencatatkan hat-trick setelah sebelumnya meraih gelar di China dan Denmark. Berbeda dengan Kido/Hendra, Taufik Hidayat gagal di final setelah dikalahkan Peter Hoeg Gade dalam pertarungan ketat 3 set dengan skor 16-21 21-17 21-7. Taufik gagal meraih gelar super series-nya untuk pertama kali.
Berikut hasil lengkapnya :
MS : Peter Hoeg Gade vs Taufik Hidayat 16-21 21-17 21-7
WS : Lin Wang vs Xingfang Xie 21-18 13-21 21-11
MD : Markis Kido/Hendra Setiawan vs Yun Cai/Chen Xu 21-15 21-12
WD : Jing Du/Yang Yu vs Eei Hui Chin/Pei Tty Wong 20-22 21-19 21-11
XD : Hanbin He/Yang Yu vs Anthony Clark/Donna Kellogg 21-13 21-19

Di babak semi final, Nova/Lilyana kalah lagi. Sepertinya tahun ini bukan keberuntungan mereka. Tapi, tahun depan masih ada All England, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan lainnya. Masih ada harapan, deh.

Selasa, 28 Oktober 2008

Sumpah Pemuda dan Nasionalisme

Hari ini, tanggal 28 Oktober 2008, tepat 80 tahun sudah Sumpah Pemuda diikrarkan. Tahun 1928, 20 tahun sesudah Indonesia membangkitkan kesadaran nasional rakyatnya, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Jika dilihat dari sejarah, pemuda memang sangat berperan bagi Indonesia. Bahkan, tanpa kaum muda, mungkin tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia belum merdeka, karena pemudalah yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Bertahun-tahun setelahnya, pemuda selalu menyampaikan aspirasinya dengan sopan dan damai, serta kebanyakan aspirasi itu baik untuk seluruh rakyat. Dan para pemuda memiliki semangat nasionalisme yang sangat tinggi.
Sekarang, keadaan sangat jauh berbeda dibanding dulu. Pemuda menyampaikan aspirasinya dengan sembarangan, bahkan merusak fasilitas-fasilitas umum. Pendapat pemuda seringkali juga bertentangan dengan hukum yang berlaku. Yang terparah, hampir tidak ada kaum muda sekarang yang masih memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Pemuda juga tidak menghargai lagi hasil karya negeri sendiri. Sangat menyedihkan keadaan ini.
Saya tidak bermaksud menghina para pemuda sekarang. Tapi, memang beginilah keadaannya. Para pemuda kurang peduli keadaan bangsanya sendiri. Padahal, hampir semua pemuda di negara ini lahir dan dibesarkan di Indonesia. Tapi, apa "balas jasa" dari pemuda terhadap Indonesia? Nyaris tidak ada. Bahkan, pemuda sering melakukan tawuran antar pelajar, yang memperburuk citra Indonesia.
Berikut teks Sumpah Pemuda :
PERTAMA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDUA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA, KAMI, POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENGDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.
Apa yang harus dimiliki pemuda dan seluruh rakyat Indonesia sekarang? Nasionalisme. Rakyat harus menyadari, kebanyakan mereka lahir, hidup, besar, belajar, bekerja, beraktivitas, berkeluarga, dan akan menghembuskan napas terakhirnya di Indonesia. Sebagai tempat terjadinya semua hal tersebut di atas, Indonesia patut dan selayaknya dicintai, dikasihi, dan dihormati rakyat Indonesia. Seperti lirik dari lagu "Indonesia Pusaka", Indonesia adalah tempat kita lahir sampai meninggal.
Bagaimana membangkitkan rasa nasionalisme? Gampang saja. Kita bisa membaca buku-buku sejarah(meskipun mungkin akan membosankan) tentang perjuangan para pendahulu kita, khususnya para pemuda, atau mengikuti perjuangan para pejuang modern Indonesia, seperti atlet yang telah mengharumkan nama bangsa ke seluruh dunia.
Dengan semangat 80 tahun Sumpah Pemuda, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan 63 tahun Kemerdekaan Indonesia, mari kita bangkitkan kembali rasa nasionalisme yang ada dalam diri kita masing-masing, bangkitkan rasa persatuan dan kesatuan, serta terus pupuk kesadaran nasional, karena kesadaran nasional harus terus dipupuk, tidak pernah berhenti. Khusus bagi pemuda-pemudi Indonesia, ikrarkan kembali Sumpah Pemuda, dan jadilah satu.
Indonesia memiliki beragam budaya, suku, kesenian, bahasa(daerah), agama, dan sebagainya. Tapi, mari kita satukan segala perbedaan itu. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, justru menjadi keunikan tersendiri bangsa Indonesia, yang bisa mempersatukan bangsa. Yakinlah, suatu saat nanti, pasti Indonesia akan mendapat sesuatu yang besar, dan kita akan bangga menjadi rakyat Indonesia.
Salam Sumpah Pemuda!

Denmark Super Series 2008

Dari 2 wakil di final, Indonesia hanya bisa merebut 1 gelar dari Denmark. Hasil yang cukup bagus, karena Indonesia tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Tapi, beberapa negara juga tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Berarti, seharusnya tim Indonesia bisa lebih baik dari ini. Berikut hasil lengkapnya :
MS : Peter Gade vs Joachim Persson 21-18, 17-21, 21-14
WS : Wang Lin vs Zhou Mi 21-18, 21-10
MD : Markis Kido/Hendra Setiawan vs Fu Haifeng/Xu Chen 21-18, 21-19
WD : Wong Pei Tty / Chin En Hui vs Jo Novita/Rani Mundiasti 23-21, 21-12
XD : Joachim fiescher Nielsen / Christinna Pedersen vs Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 21–14, 21-17
Kido/Hendra sebetulnya tidak mendapat lawan yang sepadan dalam kejuaraan ini. Jadi, maklum saja bisa menang. Sedangkan Jo/Rani patut diacungi jempol, karena dari 2 turnamen yang mereka ikuti, keduanya masuk final, meski gagal.

Kamis, 23 Oktober 2008

Kunci Kehebatan China di Bulutangkis

Tadi pagi, waktu di perpustakaan sekolah, saya melihat sebuah buku yang di dalamnya berisi kisah-kisah inspirasional. Di buku yang diterbitkan pada bulan Desember 2006 itu, ada kategori olahraga, dan saya coba melihatnya. Ternyata ada bulutangkis, yang judulnya kira-kira menggambarkan keberhasilan China yang berhasil "mengawinkan" gelar Piala Thomas dan Uber 2 kali berturut-turut(belum termasuk tahun ini). Di final, Tim Uber yang dimotori Zhang Ning menghadapi Belanda yang saat itu dimotori oleh mantan atlet Indonesia, Mia Audina. Sedangkan Tim Thomas yang dimotori oleh Lin Dan menghadapi Denmark yang dimotori Peter Gade. Di buku itu, dituliskan 4 kunci keberhasilan China menurut penulis buku tersebut, yaitu :
1. China memliki materi pemain yang sangat baik, dan kualitas tunggal/ganda pertama sama yang terakhir itu hampir sama. Jadi, mereka bisa bermain lebih baik dari musuhnya.
2. China memilih pelatih yang juga sangat bagus, yaitu Li Yongbo. Li Yongbo adalah seorang mantan pemain ganda yang sangat berprestasi dan sangat berpengalaman, dan tentunya bisa melatih dengan baik.
3. Pembinaan dan regenerasi China sangat baik. Dulu, Indonesia sepertinya negara yang paling ditakuti di bulutangkis. Tapi, pemain yang sekarang kualitasnya sedikit lebih buruk. Beda dengan China. Jika seorang pemain senior ingin pensiun, dia tidak perlu taku lagi, karena generasi di bawahnya memiliki kemampuan yang sama untuk meneruskan seniornya. Dalam hal ini, berarti pemain senior dan junior tidak boleh dibeda-bedakan, dan harus adil, terutama dalam mengikuti kejuaraan.
4. Suasana tim sangat kondusif. Dengan suasana yang kondusif, pemain akan merasa nyaman dan betah berada dalam tim, dan permainannya akan bagus.
Mengingat bulan November nanti akan diadakan Munas untuk memilih Ketua PB PBSI yang baru, keempat hal ini tentu harus diperhatikan juga, siapapun pengurus baru nantinya. Hal ini sangat penting untuk mengangkat prestasi Indonesia di cabang bulutangkis, setelah beberapa tahun belakangan agak menurun. Selain itu, bulutangkis merupakan satu-satunya olahraga yang bisa terus mengharumkan nama Indonesia di dunia. Tentu, ketua dari organisasi terbesar bulutangkis di negara ini memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan bulutangkis Indonesia. Beberapa hal lain yang harus diingat, ketua yang baru harus bisa mendapatkan dana untuk bulutangkis, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Ketua juga harus bisa memerhatikan atletnya.
Satu hal yang sangat disayangkan, atlet tidak bisa memberikan suara di pemilihan ketua baru nanti. Padahal, yang paling merasakan dampaknya tentu saja atlet. Seperti sebuah negara yang ingin memilih kepala negaranya, rakyatlah yang memilih kepala negara tersebut. Seharusnya, atlet sebagai "rakyat" PBSI memiliki hak untuk memilih.
Maju terus, bulutangkis Indonesia.

Selasa, 14 Oktober 2008

Pemberitahuan

Pemberitahuannya dikit aja.
Meskipun nama blog ini sangat berkaitan dengan bulutangkis, namun tidak selamanya isi blog ini tentang bulutangkis aja. Kalo dibilang suka sih, saya suka sekali bulutangkis. Tapi, kalo semua tentang bulutangkis kan bosan juga. Jadi, kalo ada tulisan saya yang gak ada hubungannya dengan bulutangkis, harap dimaklumi.
PEMBERITAHUAN TAMBAHAN :
Dukung atlet favoritmu di ajang Nick Indonesia Kids' Choice Award(khususnya Taufik Hidayat dan Maria Kristin) dengan cara masuk ke situs berikut : http://www.globaltv.co.id/kca/pollsystem/indonesia_kids_choice_awards_8.php kemudian pilih favoritmu!